Beranda Daerah Mahasiswa Uniera Dianiaya Oleh Oknum Kepolisian Polres Halmahera Utara.

Mahasiswa Uniera Dianiaya Oleh Oknum Kepolisian Polres Halmahera Utara.

641
0
BERBAGI

MOROTAI, (LIPUTAN INDONESIA.ID) – Penangkapan dan Kriminalisasi terhadap Mahasiswa oleh aparat Kepolisian kembali terjadi di Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara, Rabu (21/9/22).

Yulius Yatu (Ongen) Mahasiswa Universitas Halmahera (UNIERA) yang Berasal dari Loloda, Halmahera Utara, dianiaya oleh pihak kepolisian.

Sesuai informasi yang diterima media ini, Yulius Yatu, adalah salah satu aktivis organisasi Gerakan Mahasiswa Pemerhati Sosial (GAMHAS), yang sempat terlibat aksi pada hari, Senin 19/September/ 2022 kemarin.

Berdasarkan Kronologis kejaidian, Berkisar Pukul 21:00 WIT, Yolius Yatu nama panggilan Ongen berada di dalam kamar rumahnya, Di Desa Wari Ino, Kecamatan Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara. Kemudian, ia diberitahu adiknya bahwa ada 4 orang yang tidak di kenal datang mencarinya. Ongen langsung keluar menyambut mereka, sambil menyediakan kursi untuk mereka duduk.

Setelah itu, Ongen di tangkap dan didiskriminasi, dengan alasan postingan di Insta-stori WAnya yang memosting dokumentasi (foto) seorang polisi membawa anjing pelacak, dengan caption tulisan; “Tra barani deng tangan-tangan, jadi kase turung anjing pelacak.

” Dokumentasi tersebut diambil saat aksi penolakan BBM, yang di lakukan oleh Organisasi Gerakan Mahasiswa Pemerhati Sosial (GAMHAS) di Kantor Bupati dan DPRD Halmahera Utara, Maluku Utara.

Postingan tersebut menjadi alibi penangkapan dan kriminalisasi terhadapnya tanpa menggunakan prosedur dan mekanisme yang diatur dalam UU.

Bermula dari pertanyaan yang dilayangkan salah satu anggota, belum sempat ia jawab, ia telah duluan di pukul tepat di wajahnya hingga meninggalkan bekas lebam di bawah mata, kemudian ongen langsung di cekik dan dibawah keluar dari rumah menuju jalan umum.

Saat di bawah, ongen masi di pukuli oleh 4 orang itu, ia di pukul hingga bibir atasnya pecah, di tarik dengan paksa untuk ikut dan di cekik hingga smaput dan di paksa naik di atas kendaraan roda dua.

Parahnya, setiba dimapolres, ia masi di intimidasi bahkan di tempatkan di kandang anjing, lalu diperintah untuk lari berputar mengelilingi polres halut.

(Ode)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here