Beranda Daerah Ini Kata Ketua Karateker KONI Lamtim: Bakal Calon Tidak Wajib Memilki Kompetensi...

Ini Kata Ketua Karateker KONI Lamtim: Bakal Calon Tidak Wajib Memilki Kompetensi Sebagai Pengurus Cabor Atau Pernah Menjadi Pengurus KONi

109
0
BERBAGI

LIPUTAN INDONESIA.ID,(LAMPUNG TIMUR) – Hal ini disampaikan Oleh Achmad Chrisna Putra yang merupakan Ketua Carateker KONI Lampung Timur, saat di Hubungi oleh Awak Media Melalui Whatsappnya 13 Oktober 2026 yang mengatakan, bahwa Bakal Calon Ketua Umum Tidak Wajib memiliki Kompetensi pernah atau sedang sebagai Pengurus Cabang Olahraga maupun Pernah sebagai Pengurus KONI, ‘ Kata Chrisna.

Ditempat Terpisah Salah Satu Kandidat Bakal Calon KONI Lampung Timur mantan Sekum KONI Lampung Timur & Pengurus Beberapa Cabang Olahraga Arip Setiawan, Menegaskan, Bahwa Calon Ketua Umum KONI Kabupaten tidak cukup hanya bermodalkan popularitas, jabatan, atau dukungan politik. Ia harus memiliki kompetensi, pengalaman, integritas, serta pemahaman yang kuat terhadap dunia olahraga, Contohnya pernah atau sedang Menduduki Cabang Olah raga Maupun Pernah Menjadi Pengurus KONI sebelumnya, ” tegas Arip

Lebih Lanjut Arip Mengatakan kembali, KONI adalah wadah pembinaan dan peningkatan prestasi atlet. Karena itu, pemimpinnya harus memahami kebutuhan cabang olahraga, pembinaan atlet usia dini, peningkatan kualitas pelatih, tata kelola organisasi, serta strategi meraih prestasi di tingkat daerah, provinsi, hingga nasional, jadi aneh Juga kalau tidak dicantumkan Sebagai Syarat Mutlak, sepertinya Contoh di Lampung Timur yang Bulan Oktober ini akan melaksanakan Musorkab tahun 2026.

Sekali lagi Jabatan Ketua Umum KONI bukan sekadar posisi kehormatan, melainkan tanggung jawab besar terhadap masa depan olahraga daerah.

Masyarakat olahraga membutuhkan pemimpin yang mampu bekerja, merangkul seluruh cabang olahraga, mengelola anggaran secara transparan, dan menghadirkan program nyata demi kemajuan atlet.

Sudah saatnya pemilihan Ketua Umum KONI Kabupaten Lampung Timur mengedepankan kapasitas, rekam jejak, dan visi olahraga, bukan semata-mata kedekatan, kepentingan kelompok, atau kekuatan politik.

Olahraga membutuhkan pemimpin yang mengerti olahraga, bukan sekadar orang yang ingin memimpin olahraga.

Prestasi tidak lahir dari jabatan, tetapi dari kompetensi, kerja nyata, dan keberpihakan kepada atlet, ” Kembali Ujar Arip.

(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here