Beranda Daerah Anggota DPRD Morotai Diduga Melakukan Pemukulan Terhadap Warga Desa Juanga Asal Buton

Anggota DPRD Morotai Diduga Melakukan Pemukulan Terhadap Warga Desa Juanga Asal Buton

414
0
BERBAGI

MOROTAI, MALUKU UTARA | LIPUTAN INDONESIA.ID – Salah satu oknum anggota DPRD berinisial (SL) diduga pukuli warga Desa Juanga berinisial LU (52), Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai. Sabtu, (12/3/2022)

La Udu (52), warga asal Buton yang saat ini bertempat tinggal di Desa Juanga RT 01 RW 01, saat wawancara media ini, Jum’at sore, (11/3) mengaku dipukuli SL.

La Udu, mengaku dalam surat jual beli tanah/kintal Nomor : 593.3/451/2016 tertanggal 29 Tahun 2016 bahwa, tanah/kintal yang terletak di Desa Juanga dengan ukuran 45 x 15 saya jual kepada berinisial SL seharga Rp30 juta.

Sebelumnya, dugaan yang menyeret dua anggota DPR ini bermula Toni Laos membeli lahan seluas 45×25 meter persegi milik SL di Desa Juanga, Kecamatan Morotai Selatan.

Menurut La Udu, “saya menjemput anak di sekolah MIN pada jam 05.00 WIT. Setelah balik dari sekolah bersama anak menuju ke rumah tiba-tiba hujan sempat berteduh di rumah dinas asisten 1 (A1)”, Sambungnya

Kemudian, tiba-tiba ada 6 orang mendatangi saya memakai kendaraan (Mobil) diantaranya, 4 anggota DPRD berinisial, SL, RF, RP, FD, dan 2 warga,” bebernya

Saya menjawab sesuai surat tetapi, mereka tersinggung dan emosi terus yang satu berinisial SL sempat mengangkat tangan dan pukuli saya. Bukan hanya itu, “gerakan kaki (SL) juga. tetapi, ada satu warga menahan gerakan tangannya (tidak disebut namanya) mengatakan, jangan pak itu salah persoalan mu belum selesai malah menambah masalah lagi,” tutur La Udu

Saat itu, tambah La Udu, saya langsung melakukan telepon kepada pihak yang berwajib dan saya mengatakan, pak ini saya di aniaya mereka datang bukannya silahturahmi malah menjebak dan mengancam saya dengan pertanyaan yang sama berarti mereka ini mengeroyok,” ucap La Udu lewat telepon kepada pihak Kepolisian

“Saya akan jawab apa? kalau pertanyaan mengenai ukuran itu sudah jelas” ketika lahan ini dijual kepada SL dan SL menjual ke TL. Nah, berarti urusan saya sudah selesai. Itu urusannya SL dengan TL bukan dengan saya. Katanya

Selain itu, “saya pun bingung karena mereka terus datangi saya berulang-ulang kali. Jika dihitung sekitar (lima) kali dengan orang yang sama”. Datangi saya kadang tiga orang kadang empat orang.

Sejak meraka datangi berulang-ulang kali kami sudah tidak lagi merasa nyaman untuk itu, saya berharap semoga ini semua baik-baik saja dan tidak terjadi hal-hal yang tidak kami inginkan. Harapnya

Sejauh ini, kami sudah melaporkan ke Polres Morotai yakni di pihak yang berwenang. Sampai berita ini di publis pihak Kepolisian belum memberikan penjelasan terkait pelaporan warga.

(Ode)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here