LAMPUNG TIMUR, (LIPUTAN INDONESIA.ID) – Presiden Repoblik Indonesia gelontorkan APBN melalui Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan sebagai ungkapan rasa nawacita, salah satu programnya dikenal dengan program padat karya tunai. Namun sayangnya masih ada saja oknum wakil rakyat yang menyulap program mulia tersebut menjadi program bancakan.
Seperti yang terjadi di salah satu Kecamatan di Wilayah Kabupaten Lampung Timur yang pada tahun anggaran 2022 ini ada 8 titik Desa penerima program padat karya tunai yang dikenal dengan nama Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air lrigasi (P3-TGAI) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan RI.
Dari hasil investigasi Tim media ke lokasi-lokasi pembangunan irigasi pada Rabu 13/07/22, mendapatkan informasi dan pengakuan dari beberapa Kepala Desa (yang tidak ingin namanya terpublis) bahwa, ada oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) sebagai pembawa aspirasi program meminta dan menikmati uang tersebut.
Sayangnya, sang Kepala Desa meminta kepada tim awak media untuk tidak membuka secara transparan pada saat ini. Seperti apa modus operandi serta prosesnya, sehingga sang wakil rakyat ikut-ikutan menikmati uang yang seharusnya di peruntukan pada pembangunan desa.
Kami selaku Kepala Desa awalnya senang-senang saja ketika ditawarkan ada program pembangunan yang dilaksanakan di desa kita. Namun seiring mau pelaksanaan pekerjaan tersebut, para pembawa program pembangunan tersebut datang dan meminta jatah dari anggaran yang diperuntukkan untuk pembangunan itu. Kita memang jadi dilema, di satu sisi berharap ada pembangunan, namun kalau mau mendapat bangunan tersebut harus ada kesepakatan lain yang harus kita turuti,” ungkapnya.
Sebenarnya ungkapan rasa nawacita orang nomor satu Republik Indonesia sangat baik, namun program untuk pemberdayaan masyarakat petani dalam rehabilitasi, peningkatan atau pembangunan jaringan irigasi secara partisipatif, terencana dan sistematis untuk meningkatkan kinerja pengelolaan jaringan irigasi tersebut terkadang disalah gunakan para oknum-oknum pembawa aspirasi,” ungkapnya.
Sampai berita ini di tayangkan sang wakil rakyat belum dapat memberikan konfirmasinya.
(***)







