Beranda Daerah Aksi BANGSAHA Turunkan Harga BBM, Berujung Bentrok Dengan Pihak Kepolisian

Aksi BANGSAHA Turunkan Harga BBM, Berujung Bentrok Dengan Pihak Kepolisian

560
0
BERBAGI

MOROTAI, (LIPUTAN INDONESIA.ID) – Aksi turunkan harga Bahan Bakar Minyak BBM, oleh Aliansi BANGSAHA Morotai, berunjung bentrok antara pihak keamanan Kepolisian Resort (Polres) Morotai Bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) dengan masa aksi dari bangsaha, dan mengakibatkan tindakan kekerasan terhadap salah satu masa aksi perempuan. Senin, 12/9/22 hari tadi.

Aksi demonstran yang dilakukan oleh Bangsaha bersama Supir Bentor se-Morotai, bermula dari taman kota sekitar pukul, 08.39 Wit.

Amatan media Liputanindonesia.id masa aksi sempat melakukan konvoi di tiga titik, yaitu taman kota daruba, terminal atau dinas perhubungan dan kantor DPRD morotai.

Setelah melakukan aksi di kantor Dinas Perhubungan morotai, dan sudah direspon terkait beberapa tuntutan yang berkaitan dengan keluhan supir bentor, masa aksi menuju kantor DPR sekitar pukul, 11.00 WIT, dan melanjutkan orasi dari beberapa orator.

Berlangsung, masa aksi menyampikan aspirasi, yang didalamnya terdapat beberapa isu lokal serta tuntutan, orator Mances meminta pihak dprd untuk memediasi hering terbuka.

Karena masa aksi sempat bosan menunggu respon atau kesediaan ketua dan anggota DPR, masa aksi pun langsung membuat gerakan atau tindakan yang mengundang emosi pihak keaman.

Tepat di halaman kantor dpr, terjadi keributan dan saling tarik menarik antara pihak kemanan dan masa aksi, hingga beberapa masa aksi pun diduga terkena tindakan represifitas oleh anggota kepolisian resort morotai.

Berdasarkan hasil identifikasi oleh media ini, salah satu masa aksi perempuan (Putri Lotar) sempat menangis dan berteriak, meminta bantuan bahwa dirinya ditindak kekerasan oleh anggota kepolisian hingga tangannya cidera dan memera karena ditarik paska dan diputar oleh oknum kepolisan, ujarnya.

Saat itu juga terjadi keributan antara masa aksi dan pihak keamanan yang sangat serius, sampai masa aksi didororong kejalan.

Berkaitan dengan hal tersebut, Kapolres Pulau Morotai AKBP Agung Reza Pratidina, S.iK melalui Kasih Humas Bripka Sibli Siruang menjelasakan bahwa, Pada saat aksi itu, keadaan agak memanas sehingga terjadi saling dorong antara masa aksi dengan petugas pengamanan.

Jadi, jika ada indikasi kekerasan, maka yang merasa dirugikan datang ke SPKT atau Propam, membawa bukti-bukti berupa foto atau Video, supaya kita bisa pastikan sebagaimana dugaan kekerasan itu.

Pada intinya, kami Petugas Pengamanan selalu mengawal aksi damai dan selalu kooperatif pada saat masa aksi menyampaikan pendapat.
Kami tidak ingin kekerasan terjadi di lapangan.
Kami pun ingin semuanya berjalan lancar, aman dan tertib.

(Ode)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here