LAMPUNG TENGAH,(LIPUTAN INDONESIA.ID) – Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) 5 Warna memiliki Peserta Didik yang cukup lumayan banyak yaitu sekitar 406 Peserta Didik, namun tidak memiliki ruang kelas di tempat PKBM.
Dari hasil investigasi Media ini dilokasi berdirinya Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) 5 Warna yang berada di Poncowarno, Kecamatan Kalirejo Kabupaten Lampung Tengah tersebut tampak hanya ada bangunan berbentuk rumah pribadi tanpa ada sarana prasarana seperti ruang kelas untuk tempat para peserta didik untuk melakukan aktifitas belajar mengajar.
PKBM 5 Warna tersebut tidak jauh berbeda dari kondisi PKBM yang lain di Kabupaten Lampung Tengah. Rata-rata PKBM yang ditemukan tidak memiliki sarana prasarana yang memadai dan jarang ditemukan ada aktifitas kegiatan belajar mengajar tatap muka bagi peserta didik yang menempuh kejar paket.
Melihat temuan tersebut, ada dugaan para pengelola PKBM hanya mencari keuntungan pribadi lewat anggaran BOP yang disediakan oleh pemerintah.
Diduga modus yang sangat mungkin terjadi adalah dengan dugaan peserta didik fiktif.
Besarnya bantuan yang digelontorkan pemerintah membuat para oknum pengelola lembaga pendidikan non formal ini berlomba-lomba mencari orang untuk bisa dimasukkan jadi peserta didiknya.
Karena dengan semakin banyak peserta didik yang memenuhi syarat dan terdaftar di Dapodik, maka PKBM tersebut akan mendapatkan lebih banyak kucuran dana BOP Kesetaraan. Karena dana BOP untuk keseteraan Paket A sebesar Rp.1.300.000, Paket B sebesar Rp.1.500.000, dan Paket C sebesar Rp.1.800.000.
Misalnya, PKBM 5 Warna yang berada di Poncowarno, Kecamatan Kalirejo Kabupaten Lampung Tengah ini, kalau merujuk dari Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Kementerian Pendidikan pada Semester 2023/2024 (Genap) memiliki 493 Peserta Didik.
Kemudian pada Semester 2024/2025 (Ganjil) memiliki 406 Peserta Didik, dengan 6 Ruang Kelas, 1 Ruang Perpustakaan dan beberapa ruangan fasilitas lain.
Namun saat dilihat di lokasi tempat berdirinya PKBM 5 Warna tersebut, maka sungguh jauh berbeda dari data di dapodik.
PKBM 5 Warna yang dipimpin oleh Ayu Zahroh tersebut hanya berbentuk rumah tempat tinggal. Bahkan tak ditemukan ada ruang kelas beserta sarana prasarana untuk melakukan kegiatan belajar mengajar. Pada hal PKBM 5 Warna tersebut memiliki ratusan peserta didik.
Sementara saat dikonfirmasi hal tersebut lewat pesan WhatsApp milik Kepala Sekolah PKBM 5 Warna Ayu Zahroh tidak memberikan tanggapan. Bahkan saat dihubungi pun tidak ada tanggapan meskipun dalam keadaan aktif.
(Ahmad)







