Beranda Daerah Gendong Jasad Bayi Hingga Dibantu Polisi Untuk Dimakamkan

Gendong Jasad Bayi Hingga Dibantu Polisi Untuk Dimakamkan

181
0
BERBAGI

LIPUTAN INDONESIA.ID,(PALEMBANG) – Kisah pilu dialami Joko (40) dan istrinya, Novi Yanti (29), pasangan tunawisma di Palembang. Keduanya terpaksa menggendong jasad bayi mereka karena tidak memiliki uang untuk biaya pemakaman.

Bayi yang baru dilahirkan itu meninggal setelah menjalani perawatan selama 20 hari di Rumah Sakit Bari Palembang akibat sesak napas. Setelah pihak rumah sakit menyediakan ambulans, Joko meminta diantarkan ke rumah mertuanya di kawasan 10 Ilir. Namun karena rumah tersebut berada di gang sempit, ia memilih turun di sekitar Bundaran Air Mancur (BAM) Masjid Agung Palembang.

“Saya minta diturunkan di sana karena mau ke tempat mertua. Dari bundaran air mancur jalan kaki ke rumah mertua. Namun saat sampai di rumah mertua, kami malah dimaki-maki,” kata Joko kepada wartawan.

Merasa tidak diterima, pasangan itu kembali berjalan kaki menuju Masjid Agung SMB Jayo Wikramo. Di lokasi tersebut, mereka bertemu seorang anggota polisi yang kemudian membawa mereka ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sumsel.

Pihak kepolisian lalu membawa Joko, Novi, dan jenazah bayinya ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang. Namun karena pasangan itu tidak memiliki rumah maupun biaya, mereka kebingungan untuk memakamkan sang buah hati.

Situasi tersebut akhirnya mendapat perhatian Kepala Siaga Regu 2 SPKT Polda Sumsel, AKP Sutioso. Ia bersama dua anggotanya membantu proses pemakaman jenazah bayi Firli Saputri di TPU Kamboja, Kota Palembang, pada Minggu (21/9/2025).

“Bapak dan ibu ini hanya ingin anaknya dimakamkan. Kami kasihan dan prihatin kalau dibiarkan terlalu lama. Salah satu tugas Polri memang mengayomi masyarakat,” ujar Sutioso.

Dengan bantuan polisi, jenazah bayi pasangan tunawisma itu akhirnya dapat dimakamkan dengan layak.

(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here