Beranda Daerah Kesengsaraan Petani Singkong Provinsi Lampung Semakin Menjadi

Kesengsaraan Petani Singkong Provinsi Lampung Semakin Menjadi

1147
0
BERBAGI

LIPUTAN INDONESIA.ID,(LAMPUNG TIMUR) – Setelah didera dengan potongan(refaksi) yang bisa mencapai 45 persen, kini mereka dihadapkan pula oleh lilitan pinjaman Bank yang sebelumnya dipakai untuk biaya tanam dan perawatan kebun mereka.

“Petani telah jatuh tertimpa tangga pula, harga jual dan refaksi hasil panen kami jauh dari kata layak, Al hasil kami mengalami kerugian yang lumayan besar, ekonomi ” morat – marit”. Sedangkan seluruh permodalan kami mulai dari pengolahan lahan, penanaman, pestisida, pupuk, semua biaya dari pinjam Bank”, jelas seorang Petani mewakili ratusan petani dengan nasib serupa didesa Negara Nabung, kecamatan Sukadana, Lampung Timur. (06/09/25)

Para petani Singkong mengatakan atas kejadian tersebut, mereka sudah tak sanggup lagi untuk membayar cicilan Bank berikut bunganya dan berharap agar ada pengampunan dari Presiden.

“Kepada bapak Presiden Prabowo, kami mohon agar dapat membantu penderitaan petani Singkong dengan memberi pengampunan terhadap hutang – hutang kami di Bank, saat ini jangankan pokoknya, untuk bayar bunganya saja kami tak sanggup lagi”, pinta mereka

Hal itu dibenarkan oleh ketua Aliansi Petani Singkong Indonesia (APPI) Maradoni saat disambangi Awak Media

“Belum juga ada ketuntasan tentang nasib petani singkong, saat ditambah lagi beban penderitaan terkait pinjaman Bank, yang mana pinjaman tersebut murni untuk biaya pengolahan dan penanaman. Kami mohon dengan segala kerendahan hati kepada bapak Presiden Prabowo untuk dapat membantu keterpurukan petani Singkong dengan pengampunan pinjaman perbankan, agar keterlangsungan nasib petani dapat terus berjalan sesuai dengan program beliau yakni ketahanan pangan nasional”, tutur Maradoni.

Senada para isteri petani mengungkapkan keterpurukan ekonomi mereka akibat anjloknya harga Singkong yang berdampak pada macetnya pinjaman Bank.

“Pak Presiden saat ini ekonomi kami memang benar – benar terpuruk, jangankan untuk membayar hutang Bank untuk belanja sehari – hari saja kami sangat susah, tolong bantu kami agar dapat mengampuni pinjaman di Bank “, ungkap ibu Leni sedih.

(Ahmad)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here