Beranda Daerah “Lagi-lagi..!! Pemerintah Daerah Lampung Timur Tak Berhenti Menghina Pakaian Adat Lampung

“Lagi-lagi..!! Pemerintah Daerah Lampung Timur Tak Berhenti Menghina Pakaian Adat Lampung

60
0
BERBAGI

LIPUTAN INDONESIA.ID,(LAMPUNG TIMUR) – Menjelang Pelaksanaan Hari Ulang Tahun (HUT) Lampung Timur ke-27 tahun 2026.Pemkab lamtim tak hentinya membuat kebijakan bermasalah dan menuai kecaman. Ketersinggungan Masyarakat,Unsur SARA hingga memantik reaksi Keras Masyarakat dan Tokoh Adat.belum reda Persoalan Festival Mighul – Lampung Timur lantas Jumlah Lekuk Lambang Siger yang menuai sorotan terbaru beredar fhoto Busana yang dipakai dalam pemilihan “ Mulei – Meghanai ” ( Bujang -Gadis ) 2026 yang di nilai keluar dari Pakem serta nilai -nilai Adat dan budaya Lampung ( Tata,Titei,Gemattei & Perattei ) cara Berpakaian,hak pakai (Pemakai) khususnya Masyarakat Adat di Lampung Timur.

Ketua Umum ( Ketum ) Majelis Penyeimbang Adat Lampung ( MPAL ) Kabupaten Lampung Timur Sidik Ali ( Suttan Kiyai ),saat dimintai tanggapannya via sambungan telepon mengatakan Tempo hari untuk membantu mendinginkan suasana, menjaga kondusifitas dan stabilitas pemerintahan atas Kegaduhan Jumlah Lekuk Siger pada logo kami memberi atensi dan masukan kiranya Pemerintah dalam membuat Kebijakan utama mengenai Suku,Adat,Agama,Ras intinya mengarah unsur SARA mengedepankan prinsip-prinsip Kecermatan,Ketelitian dan Kehati-hatian hal tersebut masuk katagori sensitif dan krusial yang rentan efeknya bisa fatal katanya.

Aturan dan Tatanan atau tata,titi yang belaku dan sifatnya mengikat dalam khasanah Budaya Masyarakat Adat Lampung jadi tidak boleh ngawur dan sembarangan,jangan merasa diri lebih pandai dan mengerti .
Jika berulang kali berarti tidak menghargai.

” Ini sama saja Pelecehan dan penghinaan kultur namanya “,

Ini perlu kami bahas para tokoh adat dari Sembilan Kebuayan,apa perlu kami CAKAK LALANG , TURUNKEN CEPALO SERTO DENDO SESUAI HUKUM ADAT juga melalui Tim Hukum MPAL kami akan Perkarakan dan Pidanakan dengan sangkaan melakukan Pelecehan,Penghinaan dan Penistaan terhadap Adat dan Budaya Lampung ucap Suttan Kiyai dengan nada kesal .

Hampir tiga dekade Bumei Tuwah Bepadan lampung timur ini berdiri baru di zaman ini kecerobohan demi kecerobohan dalam kaitan adat istiadat diulangi di Bumi Tuwah Bepadan .

Ini akibat Kepala Daerah yang menempatkan ASN tidak secara proporsional dan profesional dengan prinsip ” The Right Man on The Right Place “.

Saya jadi teringat kata pribahasa ” Keledai saja tak jatuh dilubang yang sama sampai dua kali ” dan kami ingatkan juga pada suatu pepatah ” Dimana Bumi dipijak disitu Langit dijunjung “,apapun itu kalau sudah sewenang-wenang dan melampaui batas akan ada konsekwensinya.tegas Suttan Kiyai

(Ahmad)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here