Beranda Daerah Boikot Jalan Wisata Army Dock Karena Merasa Di Tipu Pemda

Boikot Jalan Wisata Army Dock Karena Merasa Di Tipu Pemda

465
0
BERBAGI

MOROTAI, MALUKU UTARA | LIPUTAN INDONESIA.ID – Aksi pemboikotan jalan terpaksa dilakukan pemilik lahan karena merasa di hianati Pemda Kabupaten Pulau Morotai Maluku Utara, Senin (7/03.2022)

Sesuai pantauan media, pemboikotan jalan itu dilakukan sekitar pukul : 20.30.WIT yang bertempat di Desa Elose, di lokasi wisata aksi pemboikotan jalan masuk Pantai Army Dock, dalam aksi tersebut mereka memotong pohon kelapa dan digeser ke jalan utama sehingga akses jalan itu tidak bisa dilewati kendaraan roda dua maupun roda empat.

Nona Ema Kasuhe pemilik lahan kepada awak media di lokasi pemalangan, mengungkapkan, pihaknya terpaksa melakukan pemalangan lantaran Pemda Morotai melalui Kabag Pemerintahan, Sofia Doa tidak mau melakukan pembayaran berdasarkan sisa lahan yang belum dibayar.

Selain itu, Bupati Morotai, Benny Laos juga sudah memerintahkan kepadanya untuk melakukan pembayaran. Hanya saja, Sofia tidak mau menindaklanjutinya.

“Pak bupati suruh bayar, tapi ini Sofia keras kepala. Padahal pak bupati sudah perintah bulan lalu untuk bayar, yang bupati itu pak Beny Laos atau ibu Sofia,”ungkapnya.

Dijelaskannya, hutang Pemda Morotai yang belum dibayar itu berkisar Rp500 juta, dan baru lahan pembangunan taman Army Dok. Sedangkan lahan yang lain belum dibayarkan juga.

“Anggaran yang belum dibayar sekitar Rp500 juta, yang jalan belum ada pembayaran. Ada lahan lain juga sama, saya banyak bermasalah dengan Ibu Sofia.Total anggaran 1,7 miliar. Yang sudah dibayar 1,2 miliar, sisanya sekitar Rp500 juta,”jelasnya.

“Sejak 2019 sudah tiga kali bayar. Saya sudah koordinasi dalam tahun ini sekitar 20 kali. Saya ini seperti pegawai, saya datang tapi tidak ada penyelesaian. Saya naik tangga turun tangga, kalau koordinasi saya cek cok dua kali,”sambungya dengan nada kesal.

Pemilik lahan mengecam tidak membuka akses jalan selagi lahan tidak dibayar oleh Kabag Pemerintahan.

“Saya minta pelunasan dulu di lokasi. Saya sudah tidak mau lagi bayar di kantor, lunas dulu baru angkat palang Kalau ada yang geser, harus bayar dua kali lipat, makanya harus bayar dulu baru buka,”ancamnya

(Lasurdin/Ode)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here