MOROTAI, MALUKU UTARA | LIPUTAN INDONESIA.ID – Kedatangan mentri kelautan dan perikanan menjadi tanggapan serius koordinator wilayah Ikatan Sarjana Perikanan Indonesia ISPIKANI ( Facruhdin Banyo, S.PI ) Selasa, 8/3/2022 dini hari.
Kordinator Wilayah ISPIKANI Fachruddin Banyo S.Pi mengatakan, Kunjungan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia ( Wahyu Trenggono Sakti ) di Malut termasuk Kabupaten Pulau Morotai, adalah sebuah terobosan dari Ispikani sendiri yang mensinyalir sehingga morotai pun menjadi satu rute yang ditinjau Mentri KP yang bertujuan mendorong percepatan pembangunan perikanan berkelanjutan.
Menurut Fachrudin Banyo, Morotai adalah Daerah yang memiliki karakteristik kepulauan yang estetik dan kaya biodiversitas biota lautnya yang membuat pesona wisata bahari dalam pandangan ISPIKANI Morotai menjadi basis ekonomi perikanan di kawasan dengan produktivitas budidaya udang Vanamei, Rumput Laut dan Kerapu sangat menjanjikan,” Terang Fachruddin kepada Media ini.
Pertama, perjalanan Ispikani sejak 1984-2021 (37 Tahun) membuktikan bahwa Ispikani memberikan manfaat dan merupakan wahana para Sarjana Perikanan Indonesia (SPI) untuk ikut berperan serta dalam akselerasi pembangunan kelautan perikanan yang berkelanjutan dan berkeadilan melalui peningkatan kualitas kerjasama penta helix antara akademisi, Pemerintahan, mitra industri, masyarakat dan Media.
Kedua, Ispikani mendorong penguatan kelembagaan dan kemitraan untuk memberikan ruang, kesempatan dan pengalaman kepada sarjana perikanan Indonesia berekspresi secara kreatif, inovatif dan bertanggung jawab dalam pembangunan perikanan Indonesia untuk kesejahteraan bangsa.
Ketiga, Ispikani mendorong sinergitas dan kerjasama antara perguruan tinggi penyelenggara pendidikan perikanan untuk menghasilkan sarjana perikanan Indonesia yang profesional dan kompeten. Pada profesi bidang perikanan yang dibutuhkan oleh masyarakat dunia usaha. Dunia industri organisasi masyarakat, dan bangkitnya enterpreuner perikanan milenial serta lahirnya masyarakat perikanan yang tangguh, Tandasnya
Dari issue strategis yg di dorong ISPIKANI diantaranya,
1. Lingkungan pesisir dan laut yang masih terdampak sampah plastik.
2. Lemahnya pengawasan perairan oleh steckholder.
3. Produksi perikanan budidaya belum optimal dalam agribisnis perikanan.
4. Penguatan SDM Perikanan masih minim dari riset dan penelitian kelautan.
5. Kebijakan pembangunan perikanan belum terukur dari konsep NawaCita dan QuickKwin ekonomi biru.
“Harapan kedepannya, ISPIKANI akan menjadi mitra strategis dengan seluruh lembaga termasuk nelayan guna peningkatan kualitas SDM unggul di sektor kelautan dan perikanan,” harap Korwil ISPIKANI Fachruddin Banyo, S.Pi. untuk INDONESIA SEBAGAI POROS MARITIM DUNIA.
(Ode/red)







