MOROTAI, MALUKU UTARA | LIPUTAN INDONESIA.ID – Penyanyi Liga Dangdut Indonesia (LIDA) tahun 2021 asal Morotai Nursia Samsudin yang mempunyai bakat dan prestasi besar di Bidang Musik Dangdut, kini terkesan didiskriminasi Pemda morotai, Sabtu (26/03/2022)
Nursia Samsudin penyanyi Liga Dangdut LIDA tahun 2021 yang berasal dari Morotai Desa Mandiri itu sempat menghebohkan panggung lida 2021 dan menarik perhatian banyak orang, bahkan membesarkan nama daerah.
Ketika ditemui wartawan Liputan Indonesia.id, Nursia samsudin mengatakan, saya ikut audisi LIDA 2021 itu, dengan usaha dan pengorbanan yang bukan kecil dan mudah, bulak balik dari mandiri kedaruba selama 3 minggu lantaran ikut seleksi ajang lida, jelasnya
Nursia bilang kami bulak balik dari mandiri ke daruba karena jaringan internet di mandiri tidak bagus sebab seleksi LIDA 2021 sistem online memakai aplikasi zoom dan itu ikut seleksinya di rumah pak siblih siruang, tutur nursia
Ketika ditanya wartawan terkait penghargaan, apa saja yang pemda pulau morotai berikan. dirinya mengaku tidak ada penghargaan apapun, sewaktu balik dari ajang lida tahun 2021 dan bahkan selama di morotai pemda hanya melibatkan saya sebanyak 2 kali.
Selain itu kata Nursia, saat saya di undang pemda untuk tampil di pembukaan tournamen bola kaki bupati cup II. Saya dibayar dengan uang sebesar 500.000. dan tampil kedua di acara pembukaan MTQ XXIX tingkat provinsi, saya tidak diberikan honor dalam bentuk apapun, ungkap Nursia
Nursia Samsudin juga menyampaikan ketika tampilan di Acara Liga Dangdut Indonesia (LIDA) yang tayang di Indosiar saya berhasil lolos di tujuh besar.” tuturnya.
Sayangnya bintang musik dangdut yang sangat di idam-idamkan pecinta atau penggemar musik dangdut itu, terkesan di kesampingkan Pemda dalam event Morotai Idol, sehingga tidak dilibatkannya.
Bahkan, sejauh masalah yang menimpa dirinya, tidak ada sedikit pun perhatian dari Pemda. Pendidikannya juga sempat terbengkalai, sampai akhirnya ia pindah di Sekolah Menengah Atas SMA Muhammadiyah 1 Daruba, karena tidak naik kelas di sekolah awalnya.
Sibly Siruang, juga salah satu musisi yang sempat mengaku pihaknya kecewa atas masalah yang dialami Nursia, harusnya pemda punya kebijakan apa dalam memposisikan Nursia, di momen-momen besar yang diselenggarakan di Morotai, semisal Morotai Idol, akunya kepada awak media.
Harapan Nursia, Pemkab harus lebih jeli melihat potensi generasi putra daerah, yang bertalenta dibidang music kedepan.
(Ode)







