Beranda Daerah Bantuan Program Non Tunai BPNT Dikeluhkan Penerima

Bantuan Program Non Tunai BPNT Dikeluhkan Penerima

352
0
BERBAGI

MOROTAI,(LIPUTAN INDONESIA.ID) – Bantuan Program Non Tunai (BPNT) Rp.500.000 Banyak di keluhkan penerima yang jauh dari Kota Daruba, karena hanya habis untuk biaya transportasi.Keluhan penerima itu terjadi, disaat penerimaan BPNT di Kantor Post Daruba, Kabupaten Pulau Morotai, Senin 25/04/2022.

Han Wairo, salah satu warga Desa Sopi Majiko Kecamatan Morotai Jaya, keluhkan terkait tempat pengambilan BPNT yang begitu jauh, harus ke Daruba dengan perjalanan kurang lebih 3 sampai 4 Jam lebih kalau naik mobil. Bahkan kita harus keluarkan Rp.400.000 paling sedikit, karena tiket dari desa sopi ke daruba itu Rp.150.000, tambah pulang berarti Rp.300.000 ditambah uang bentor dari terminal ke kantor post, ungkapnya

Masih kata,Han Wairo, ia sangat kesal kepada pemerintah Desa, atau kapala desa yang tidak mencari cara lain, selain penerima yang datang ambil sendiri. Misalkan harus berkordinasi dengan Kantor Post agar turun ke Desa-desa yang jauh untuk pelayanan langsung di Desa, seperti di Desa-desa lain. Karena kalau tidak, penerima bantuan hanya dapat nama. Dan uangnya habis terpakai di transportasi,tidak bisa untuk beli bahan pokok.

Berbeda kasus dengan Ibu Yarni Mala yang mewakili suaminya. Ternyata tidak bisa mewakili, jika yang mewakili bukan istri, anak, atau anggota dalam satu Kartu Keluarga. Bahkan harus ada kartu identitas lainnya, berupa KTP, BPJS, Akta dll.

Mala dan Riken, adalah Warga Desa Loleo Kecamatan Morotai Utara yang juga sangat jauh dari Morotai Selatan atau Kota Daruba. Mereka harus mengeluarkan biaya Rp.480.000 dua orang. Bahkan mereka tidak bisa mengambil BPNT kepala keluarga mereka. Karena yang yang mereka bawa hanya Kartu Keluarga KK. Masalah ini Mala menilai minimnya peran pemerintah Desa dalam memberikan pemahaman tentang syarat-syaratnya, Terang Mala dengan kesal.

Malah menambahkan, kami juga tidak tahu jelas tentang syarat-syarat. Karena “kapala desa dan staf.bahwa harus bawa ktp, kk, bpjs, baru bisa mewakili. Ini mereka hanya bagi-bagikan, lalu bilang ambil di kantor post daruba”.Tandasnya

kepala kantor Post Takdir Tomagola saat di konfirmasi Kepada oleh media Liputan Indonesia.id, memang bisa mewakili tapi harus bawa kartu keluarga asli dan kartu identitas asli. Karena semua sudah tersistem, bahkan sudah ada Aplikasinya. Jadi semua harus di Screen, jadi kalau tidak bisa berarti sistem yang tolak dan bukan kami. Terangnya.

(Ode)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here