MOROTAI (LIPUTAN INDOMESIA.ID) – Kondisi Pasar Ikan Daruba kini meresahkan bagi penjual ikan, dikarenakan sering terjadi kehilangan yang terus menerus bahkan sudah hampir sebagian besar menjadi korban kehilangan ikan jualan di pasar ikan Central Bussines Distrik. Rabu, 5 Oktober 2022.
Pencurian ikan kini terjadi kembali, sesuai laporan para pedagang ikan, pada rabu pukul : 11.00 Wit, dini hari.
Menurut beberapa pedagang ikan, di pasar CBD daruba, bahwa pencurian kembali terjadi pada selasa malam, sekitar subuh, pukul 03.00 Wit.
Kejadian tersebut, sempat menggegerkan pedagang ikan setempat, hingga dilaporkan kepada media ini, bahwa kerugian yang dialami mereka berada di kisaran Rp.300.000, sampai Rp.500.000 perorang, setiap kali kejadian.
Wafianti, salah satu penjual ikan asal desa Darame yang membeberkan masalah kehilangan ikan dan sejumlah masalah lainnya, termasuk lampu, pintu pagar pasar, security, yang baginya sejauh ini tidak diselesaikan pemerintah sehingga mudah terjadi pencurian ikan.
Sebagai pedagan ikan dengan modal seadanya, Wafianti menyayangkan dinas terkait seperti Nakertran maupun Perindagkop, yang sejauh ini terkesan acuh bahkan lepas tanggaungjawab. Bahkan dari semua usulan, dan permintaan tak kunjung direalisasi.
Senada dengan ibu Suriati, yang juga pedagang ikan, bahwa kejadian kehilangan ikan sudah hampir setengah tahun lebih, dan kejadian ini hampir setiap malam.
Suriati pedagang ikan asal desa Wawama itu, meminta agar tanggungjawab dinas terkait dalam hal kebutuhan serta kekurang-kekurangan yang segera diadakan, jangan hanya asal datang ambil nama atau buat pendataan terus setiap kali kejadian, padahal realiasi tarada, Imbuhnya dengan nada kesal.
Bahkan masalah di pasar ini torang so tara mampo hitung, mulai dari profil, karpet, lampu, camera cctv, dll yang itu semua hilang, dan yang belum ada, tidak diadakan, padahal masalah ini sudah lama, tandas suriani
Begitu juga ibu Mardia, yang mengaku bahwa terakhir semalam pun terjadi kehilangan yang cukup banyak. ”Jujur ini sungguh meresahkan torang samua, karena kejadian ini hampir setiap malam.
Mardiani menambahkan, selain kehilangan ikan, ini karena pasar sudah tidak ada lampu, pintu pagar rusak, security juga tidak ada yang jaga, tambah lagi dinas atau pemerintah tidak mau memperhatikan, sampeh tong so resah deng pastiu, kesalnya.
Selain itu, Waode Aty juga salah satu korban kehilangan ikan, mengaku kejadian ini terjadi berulang kali atau terus menerus, bahkan baru tadi malam kehilang satu ember, imbuhnya.
Selepas itu, Kadis Perindagkop (Nasrun Mahasari) ketika mau dikonfirmasi di kantor, beliau sedang menghadiri rapat bersama Forkopimda. Namun, ada pihak yang mewakili atau menjelaskan, bahwa hal-hal ada dipasar ikan itu semua tanggungjawab Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans), kalau soal penganggaran.
Bendahara perindag (Tofan Bumolo), sejauh ini kalau terkait anggaran untuk pengadaan fasilitas pasar ikan, itu masi di Nakertras.
Soal gaji Security, pengadaan lampu, karper, dll itu semua masi tanggungjawab nakertrans, karena anggarannya masi melekat disitu, belum di kami “perindagkop”, jadi coba konfirmasi nakertrans.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi “Anhar Tibu” ketika ingin dikonfirmasi, beliau terkesan tidak mau memberikan tanggapan
Pesan WA dan telepon yang pewarta Liputanindonesia.id, tak kunjung dibalas atau dilayaninya, sampai berita ini dipublis.
(Ode)







