LIPUTAN INDONESIA.ID,(LAMPUNG TIMUR)- Pekerjaan pemeliharaan berkala jalan ruas Bumi Jawa-Tanjung Kesuma yang menelan anggaran Rp.1.959.006.862,73 terkesan asal-asalan. Kualitas pengerjaan jalan yang baru selesai dikerjakan satu minggu yang lewat tersebut terlihat jelas “asal jadi” karena ketebalan aspal yang sangat tipis dan kurang pemadatan serta bergelombang.
Kualitas Pekerjaan pekerjaan di setiap section hampir sama ketebalan aspalnya yaitu dikisaran 1 sampai 2 centimeter. Ketebalan lapisan aspal terlihat variatif berkisar antara 1 sentimeter hingga 2 sentimeter, serta bergelombang.
Salah satu warga setempat mengaku bersyukur atas adanya perbaikan jalan yang telah dilakukan. Namun masyarakat merasa heran, perbaikan jalan seolah-olah dipilih mana jalan yang belum rusak parah. “Banyak disepanjang jalan ini yang rusak parah tapi dibiarkan, yang rusak ringan malah itu yang diperbaiki.,” ungkap Baherman.
Lanjutnya,Pekerjaan tersebut tidak akan bertahan lama dan dia meyakini bahwa jalan yang baru di kerjakan dalam hitungan bulan pasti sudah hancur kembali.Ketidaksesuaian ketebalan aspal hingga kurangnya pemadatan dapat terjadi karena diduga ada pembiaran dari petugas pengawas eksternal maupun dinas terkait yaitu mulai dari Konsultan Pengawas maupun pegawai teknis dari Dinas terkait yang bertanggung jawab atas pelaksanaan proyek tersebut.
Dengan hasil pekerjaan yang diduga tidak sesuai tersebut, diharapkan ada evaluasi dan pengawasan lebih ketat terutama dari Konsultan Pengawas.
Dengan buruknya kualitas pekerjaan yang ada maka sudah sepatutnya para Aparat Penegak Hukum (APH) baik itu Kejaksaan Negeri Lampung Timur, Polres Lampung Timur dan Inspektorat selaku Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) untuk dapat segera turun tangan dan jemput bola mengusut tuntas disetiap pelaksanaan proyek yang terkesan asal jadi dan tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya yang telah dibuat dalam kontrak kerja.
(Ahmad)







