Beranda Jakarta Viral.! Mobil RI 36 Raffi Ahmad Dikawal Polisi,Patwal Disebut Arogan

Viral.! Mobil RI 36 Raffi Ahmad Dikawal Polisi,Patwal Disebut Arogan

347
0
BERBAGI

JAKARTA,(LIPUTAN INDONESIA.ID)– Mobil Lexus berpelat RI 36 milik Utusan Khusus Presiden Bidang Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, menjadi sorotan publik setelah video viral menunjukkan anggota Patwal polisi mengawal mobil tersebut dengan gestur menunjuk-nunjuk taksi Alphard di kawasan Jalan Sudirman-Thamrin. Raffi Ahmad memberikan klarifikasi terkait insiden ini.

“Benar adanya mobil tersebut kendaraan yang saya gunakan. Namun, pada saat kejadian, saya sedang tidak berada di dalam mobil. Mobil berpelat RI 36 sedang dalam posisi menjemput saya untuk menuju agenda rapat selanjutnya,” kata Raffi Ahmad dalam keterangan resminya kepada wartawan, Sabtu (11/1/2025).

Raffi menjelaskan bahwa insiden tersebut terjadi karena taksi Alphard di depan rangkaian mobilnya harus berpindah jalur akibat truk yang berhenti mendadak.

Hal ini nyaris menyebabkan taksi tersebut menyerempet kendaraan lain. Situasi tersebut memicu adu argumen antara pengemudi taksi dan kendaraan yang hampir terserempet.

“Petugas Patwal yang melihat hal tersebut khawatir akan menimbulkan kemacetan karena lalu lintas sedang lumayan padat. Oleh karena itu, petugas langsung menegur pengemudi taksi dengan mengatakan ‘Sudah, maju, Pak,’ menggunakan gestur yang terlihat di video,” jelas Raffi.

Menanggapi video viral itu, Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Latif Usman menyampaikan permintaan maaf kepada publik atas sikap anggota Patwal yang dianggap tidak humanis. Kombes Latif memastikan bahwa anggota tersebut telah dipanggil untuk klarifikasi dan diberikan sanksi teguran.

“Saat ini anggota sudah dilakukan pemanggilan dan klarifikasi terkait kejadian tersebut serta diberikan sanksi teguran untuk lebih humanis pada saat melaksanakan giat pengawalan,” ujar Kombes Latif.

Ia juga menegaskan bahwa peristiwa ini akan menjadi bahan evaluasi ke depan. “Ditlantas Polda Metro Jaya meminta maaf apabila sikap gestur yang dilakukan oleh anggota dianggap tidak layak atau arogan. Hal ini akan menjadi bahan evaluasi untuk kegiatan pengawalan selanjutnya,” imbuhnya.

(LI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here