MOROTAI, (LIPUTAN INDONESIA.ID) – Pembangunan talud penangkis ombak di tempat pemakaman umum, (TPU) tahun anggaran 2021 di desa Bere-bere Maba Kecamatan Morotai Utara nyaris belum diselesaikan.
Hal ini mengundang sesal bagi masyarakat di 4 desa, yaitu desa Bere-bere Maba, desa Bere-bere Induk, desa Kenari, dan desa Guahira.
Bagaimana tidak, sebagai TPU dari keempat desa tersebut, semakin hari terus terkikis diterjang abrasi ombak.

Menurut laporan Ketua BPD desa Bere-bere Maba “Sugiarto Susa” bahwa pembangunan talud tersebut telah dilakukan sejak bulan mei tahun 2021 silam, melalui sumber dana dari APBD dengan alokasi berkisar empat ratus juta lebih.
“Alhasil sampai sejauh ini pembangunan belum juga diselesaikan padahal dalam papan informasi pelaksanaan pembangunan hanya 120 hari” jelas Sugiarto pada Rabu (16/2/2022).
Masih lanjut, Untuk itu pihaknya telah mengusulkan dan mendesak kepada kontraktor serta pemerintah kecamatan untuk mempercepat pembangunan talud tersebut. Akan tetapi, hingga saat ini pihak kecamatan tidak mengakomodir usulan dan desakan pihaknya.
“Kata camat itu bukan urusan kita tapi urusan kontraktor dan dinas terkait” terang ketua BPD
“Kata sugiarto
Lanjut sugiarto,pihaknya bersama dengan Pemerintah desa Bere-bere Maba memang pernah melaporkan kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pulau Morotai terkait masalah abrasi ini.
Namun hasilnya masih sama, proses pembangunan terbengkalai dan terjangan abrasi semakin parah.
Hal senada disampaikan oleh Algajali Bayu selaku mantan Kaur Pembangunan desa Bere-bere Maba bahwa pembangunan talud di TPU dengan total anggaran sebesar 429.627.000 Rupiah dengan sistem swakelola tersebut sudah tak sesuai dengan Rancangan Anggaran Pelaksanaan (RAP).
“Dalam RAP itu seharusnya panjang talud 100 meter, tetapi yang dibangun baru 90 meter. Tingginya pun harus 3 susunan keatas tapi saat ini hanya satu setengah susunan” terangnya.
Terpisah, menanggapi persoalan ini, Camat Morotai Utara Ridwan Bilo menyampaikan bahwa terkait pembangunan talud penahan ombak ini dirinya telah melakukan teguran berkali-kali kepada kontraktor.
“Akan tetapi alasan kontraktor karena cuaca yang kurang bagus jadi pelaksanaan pembangunan sementara macet” kata Camat Morotai utara
Tak hanya itu, Ridwan mengaku telah menyampaikan persoalan ini kepada Bupati Pulau Morotai saat melakukan kunjungan ke Morotai Utara.
“Bahkan saya juga sudah sampaikan kepada Dinas Pekerjaan Umum (PU) luntuk mendesak kepada kontraktor agar cepat menyelesaikan pelaksanaan pembangunan” terangnya
Sementara, pihak kontraktor saat di konfirmasi, Suwardi Tomori ia mengatakan bahwa proses pembangunan talud tersebut hanya perlu pengecoran serta penyusunan material.
“Maaf saya lupa sebagian itemnya” tandas Suwardi
Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Pulau Morotai “M Ramlan Drakel” saat dikonfirmasi berulang-ulang kali melalui Via WhatsApp terkait masalah ini, belum mendapat tanggapan hingga berita ini dipublish.
(Lasurdin/Ode)







