Beranda Daerah Ketua Komisi III DPRD Diduga Membohongi Aksi Gerakan Mahasiswa Pemerhati Sosial (GAMHAS) 

Ketua Komisi III DPRD Diduga Membohongi Aksi Gerakan Mahasiswa Pemerhati Sosial (GAMHAS) 

544
0
BERBAGI

MOROTAI, MALUKU UTARA | LIPUTAN INDONESIA.ID –  Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DPRD Rasmin Fabanyao diduga membohongi masa aksi yang tergabung dalam organisasi Gerakan Mahasiswa Pemerhati Sosial (GAMHAS) ketika melakukan Aksi tuntutan masalah pendidikan di kabupaten, Pulau Morotai, Senin (28/03/2022) dini hari.

Bahasa membohongi masa aksi ini, sempat memicu amarah masa aksi termasuk koordinator lapangan Ranto DG Badu yang menyesali sifat ketidak jujuran selaku Anggota DPR atau ketua komisi III yang membidangi Pendidikan itu sendiri.

Informasi yang di himpun Media Liputan Indonesia, Rasmin selaku ketua komisi III sangat di sayangkan dengan mengatakan kepada masa aksi bahwa kadis Pendidikan Refi Dara sedang keluar daerah, ketika masa aksi meminta hering dengan kadis pendidikan dan DPR di gedung DPRD pada pukul : 11.30.WIT

Awalnya, Rasmin sempat memberikan tawaran waktu hearing kepada masa aksi bersama dengan kadis pendidikan di hari rabu tanggal 30 siang. Tetapi, Dewan Penasehat Organisasi DPO Abdurahman Saijati menolak dan meminta harus hearing di siang ini.

Sikap tegas Abdurahman kepada Rasmin, ini masalah imergensi jadi tidak harus menunggu hari rabu, harus hari ini.
Rasmin pun bergegas menelpon kadis pendidikan, dan menyampaikan kepada masa aksi bahwa pak kadis sedang keluar daerah.

Sementara kadis pendidikan Refi Dara ketika di wawancara Wartawan Liputan Indonesia.id, di Markas Besar (Mabes) Bupati Morotai, mengaku sebentar malam baru ke Ternate, jadi hari rabu sudah bisa hering paska saya balik dari Ternate.

Untuk masalah tuntutan terkait pengadaan Fasilitas sarana angkutan di Samiyamau, kami akan sediakan Taksi Laut untuk mengangkut siswa atau pelajar dari Samiyamau ke Pulau Rao, Imbuhnya

Selain itu, lanjut Refi, untuk sekolah unggulan 2 Daruba yang ada di Desa Dehegila, sudah ada 3 unit Bus yang tersedia dan itu cukup untuk mengangkut siswa yang berada di Desa SP I, Falila, dan desa Aha.

Kembali Ranto menanggapi sikap tunda hering Kadis Pendidikan, adalah perlakuan tidak menghargai masa aksi, ketika dikonfirmasi kembali pada Sore Pukul, 06.00.Wit.

(Ode)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here