Beranda Daerah Setengah Tahun Air Bersih Tidak Jalan Warga Minta Direktur PDAM Segera Diganti

Setengah Tahun Air Bersih Tidak Jalan Warga Minta Direktur PDAM Segera Diganti

422
0
BERBAGI

MOROTAI, MALUKU UTARA | LIPUTAN INDONESIA.ID – Menjelang puasa warga keluhkan masalah Air Bersi yang tidak lagi berjalan kurang lebih setengah Tahun “6” bulan lebih di Desa Muhajirin Baru, Kecamatan Morotai Selatan, Rabo (300/03/2022).

Kendala air bersih ini, kurang lebih setengah tahun lalu sudah tidak mengalir, hingga hari ini sesuai laporan warga kepada Media Liputan Indonesia.id, pada pukul : 14.30.WIT yang bertempat di Rukun Tetangga RT 05 Desa Muhajirin Baru.

Abubakar (65) adalah salah satu warga desa Muhajirin yang sempat mengeluh bahkan kecewa dengan kinerja PDAM yang terkesan acuh bahkan tidak bertanggungjawab, sehingga mandegnya air bersih yang sudah kurang lebih 7 sampai 8 bulan ini dibiarkan begitu saja, imbuhnya.

Abubakar juga menilai Direktur PDAM pak Djuwandi tidak layak untuk menjadi pimpinan PDAM, karena kalau pimpinan seharusnya peduli kepada masyarkat Muhajirin yang 90% lebih tidak merasakan Air PAM, dan hanya bergantung pada satu sumur bor, itu pun tidak setiap hari, sehingga kami harus membeli air seharga Rp.60.000, sampai Rp.70.000 pertengki, kesalnya.

Menurut saya, lanjut Abubakar, seorang pemimpin harus mencari nama atau popularitas di masyarakat, agar dia itu layak jadi pemimpin, jadi bagi saya direktur itu sangat tidak layak, dan bila perlu harus segera diganti, kalau kami masyarakat yang setengah mati, bebernya

Abubakar berharap, muda-mudahan pemerintah atau PDAM dalam waktu dekat ini, sudah harus ada tindakan untuk menjalankan air bersih, menyambut bulan puasa. Karena kalau tidak, kami lebih setengah mati, padahal katanya program air bersih di morotai ini gratis, sambungnya.

Hasan (28) juga mengungkap hal yang sama, warga yang juga berdomisili di Desa Muhajirin Baru itu, sempat mengungkapkan rasa kekecewaan nya kepada PDAM

Menurut Hasan, kami setiap bulan harus bayar Rp.20.000 baru bisa dapat bagian giliran air bor, karena iuran itu dipakai untuk beli pulsa. Itupun tidak cukup, untuk kami dapat bagian setiap hari, karena air dari sumur bor itu bergiliran. Makannya langkah alternatif kami, harus beli air pertengki dengan harga Rp.60.000

Hasan juga, meminta kalau bisa direktur PDAM segera diganti, karena kami krisis air ini sudah sangat lama, dan bahkan sampai sejauh ini yang saya tahu pihak PDAM tidak pernah datang mengecek kendala air pam dan dipasang, sambungnya

Keluh Hasan, biar saya bayar yang penting  kasih bejalan air, karena sekarang saja bayar turus, tambah lagi saya beli air pertengki.

Harapan Hasan, dibulan puasa ini muda-mudahan pemerintah harus kasih berjalan air. Kalu tidak tong setengah mati, karena kebutuhan air dibulan puasa ini basar, tandasnya.

Terpisa Direktur Perusahaan Daera Air Minum PDAM Djuwandi ketika dihubungi Wartawan lewat Telepon WhatsApp, dan Pesan teks berulang kali, tidak ada respon atau balasan, sampai berita ini dipublis.

(Ode)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here